Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi, Didominasi Ulah Operator SPBU

Lubuk Linggau (Sumatera Update) – Maraknya penyalahgunaan barcode BBM subsidi oleh oknum SPBU nakal di Kota Lubuk Linggau kian meresahkan. Kini menjadi perhatian serius Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuk Linggau.

Ketua BPSK Kota Lubuk Linggau, H. Nurussulhi Nawawi, S.Sos mengungkapkan bahwa sepanjang setahun terakhir, terhitung sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026, pihaknya telah menerima delapan laporan terkait barcode MyPertamina milik konsumen yang digunakan oleh pihak lain.

“Sudah ada delapan konsumen yang mengadu karena barcode mereka dipakai orang lain. Alhamdulillah, seluruh laporan itu sudah berhasil kami selesaikan lewat jalur mediasi,” jelas Nurussulhi saat dikonfirmasi. Jum’at (21/08/2026).

Dari hasil mediasi tersebut, para konsumen yang mengalami kerugian mendapatkan kompensasi atau penggantian kerugian dari pihak SPBU terkait.

BPSK juga mengungkapkan seluruh transaksi penyalahgunaan barcode tersebut dilakukan oleh oknum petugas operator SPBU yang memanfaatkan data barcode milik konsumen untuk melakukan pengisian BBM subsidi demi keuntungan pribadi.

“Kalau ada warga yang merasa janggal atau barcodenya tiba-tiba sudah terpakai, langsung datang dan laporkan ke BPSK,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pencatutan atau penggunaan barcode konsumen tanpa izin bukan hanya berpotensi menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menyangkut hak-hak konsumen dan dugaan penyalahgunaan data pribadi.

BPSK Kota Lubuk Linggau mengimbau masyarakat untuk lebih aktif memantau riwayat transaksi pada aplikasi MyPertamina. Apabila menemukan transaksi BBM subsidi yang tidak pernah dilakukan, konsumen diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *