Lubuk Linggau, (Sumatera Update) – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini kembali digaungkan melalui kegiatan Pekan Literasi 2026 yang diselenggarakan RA Darussalam Lubuk Linggau. Mengusung tema “Ketika Orang Tua Membaca, Anak Mencintai Dunia”, kegiatan ini berlangsung meriah di Gedung RA Darussalam, Sabtu (30/5/2026).
Sebanyak 180 peserta yang terdiri dari orang tua atau wali murid, peserta didik, serta tenaga pendidik mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam membangun kebiasaan membaca sebagai fondasi karakter dan kecerdasan anak.
Acara dibuka oleh Pimpinan Yayasan Madrasah Darussalam, H. Zulfikar Ibnu Zat, yang diwakili oleh Aida Rozalina. Dalam sambutannya, Aida menegaskan bahwa budaya literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga karena orang tua merupakan teladan pertama bagi anak.
“Literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam keluarga. Ketika orang tua menyediakan waktu untuk membaca bersama anak, sesungguhnya mereka sedang membuka pintu pengetahuan dan masa depan yang lebih baik bagi putra-putrinya,” ujarnya.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di rumah sehingga membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.
Pada kesempatan itu, Aida juga mengapresiasi kehadiran narasumber yang merupakan bagian dari Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Tahun 2026. Menurutnya, para relawan literasi memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat.
“Pemateri yang hadir hari ini merupakan Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 yang baru saja dikukuhkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kami berharap pengalaman dan semangat yang mereka miliki dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai budaya membaca,” katanya.
Materi utama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Richo Sanjaya, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Tahun 2026, dengan tema Membaca Nyaring (Read Aloud). Dengan pendekatan interaktif, komunikatif, dan penuh keceriaan, Richo mengajak para orang tua memahami manfaat membaca nyaring dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Alhamdulillah, pemateri hari ini sangat luar biasa dalam menyampaikan materi. Metode yang digunakan mampu membangun konsentrasi, mempererat kedekatan emosional antara orang tua dan anak, serta membuat anak-anak antusias mengikuti kegiatan,” ungkap Aida.
Tidak hanya menyampaikan teori, Richo juga memperagakan secara langsung teknik membaca nyaring yang menarik dan menyenangkan. Para orang tua kemudian diajak mempraktikkan metode tersebut bersama putra-putri mereka.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Gelak tawa serta interaksi antara orang tua dan anak mewarnai setiap sesi, menunjukkan bahwa membaca dapat menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya membaca semakin tumbuh di lingkungan keluarga sehingga mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, kreatif, dan memiliki wawasan luas. Pekan Literasi RA Darussalam 2026 menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan orang tua merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di tengah masyarakat.








